Aku berdiri megah disini. Hanyalah di sebalik pintu kaca yang tidak akan pecah. Aku memegang pedang yang terulung. Namun tidak pernah digunakan walaupun untuk memotong sayur. Perisaiku adalah terkebal didunia. Tetapi tidak larat ku junjung. Baju besiku indah dan mapan. Cuma ukiran dan halus seni pembuatannya. Tidak untuk berperang....
read more
Hikayat Amir Hamzah ternukil,Buat tatapan nusa,Anak bangsa belia tercinta,Yang kini bobrok,Dek helah bertualangkan yang zahir,Yang kini tercatit,Peristiwa hitam,kotor,jijik,Yang kini bernanah, Luka,menitik darahnya ke batu
Bustanus SalatinHasil kudrat ,Wira tua Acheh ,Termaktub didalamnya nilai suci,Agama tauhid , Agama...
read more
Aku membaca resahmu terbakarketika merenung langit.Bibirmu menyihir ruang yang dinodai dingindan sunyi yang tiba-tiba mengilai.
Telah kau lupa barangkali,semusim lalu kau pinjamkan busurdari jantungmuuntuk kupanahi bintangsaat ia menyusup hilang.
Guruku,matahari merasuk tubuhkusebelum hari beraduk kelam.Di langit yang terangaku...
read more
Malu bertanya sesat jalanMalu menyapa tak dapat kawanMalu bekerja berat tulangMalu berusaha mati kebuluranMalu belajar ilmu kurangMalu membaca ketinggalan zamanMalu tersenyum dibenci orangMalu berjiran kera sumbangMalu mengaku bukan anak jantanMalu beradab tiada siapa berkenan
Malu biarlah bertempatNak buat maksiat, malulah...
read more
Tuhan, Kau izinkanlah aku berlari ke perbukitan. Pohon kemboja tumbuh meneduh. Kalau boleh aku ingin mewarna putihnya supaya menjadi merah. Kalau boleh mau kuronakan mataku akan ku salut warna merah.
Langit Tuhan jadikan ungu ributnya mengamuk dan mencantas jantungku, dukaku menggelepar direngkuh tanah tumbuhlah, tumbuh...
read more
Di Ambang Ramadhan
Aku menyelusuri jalan..
Menyapa rejab yang sedang berlabuh
Aku melihat kiri dan kanan
Ada manusia yang angkuh
Ada manusia yang patuh
Ada juga manusia yang masih tidak terurus
Aku hanya mampu tersenyum pada rejab
Semoga manusia diberkati oleh Rabbul ‘izzati
Dan bakal bertemu ramadhan al-mubarak nanti
Aku...
read more
Kekadang perit kau rasakan
kekadang lelah kau rasakan
kau tanya diri,
apa bisa aku memasak kaki
menongkah arus duniawi
menjunjung risalah untuk disebar
sedang kau tersepit di antara duanya
memacu gerak ummah
meninggi titik jatuh ke mulia
seolah mudah pada butir bicara
bukan pada bukti amal
dan benar tentu itu
bahawa diri tidak...
read more
Aku membaca puisi Tuhan pada susun ranggi mawar kudup cempaka kembang teratai hijau rumput jernih samudera.
Aku juga telah membaca puisi manusia pada cabik langit sebu udara hingar kota dan tengik sungai.
Ternyata, alunan puisi Tuhan telah menghidupkan aku.
Hazwani Husain Johan Pertandingan Mengarang Sajak Islami 2010
PEMBINA...
read more
Debu pasir berterbangan
Ditiup angin
Menyentuh lembut wajah wajah kesayangan
Yang berdiri gagah di medan juang
Tiupan angin yang tidak setara
Menyampai berita dari sahara
Kabarkan kisah para syuhada
Berjuangnya bukan dek kerna harta
Angin bertiup berpusar pusar
Ligat menyampai berita besar
Kepada semua makhluk yang tekun...
read more